Kenali 5 Jenis Vitiligo Pada Bayi, dan Penyebabnya !

Meski jarang terjadi, vitiligo pada bayi cukup banyak dialami di Indonesia. Masih banyak masyarakat yang kurang informasi mengenai penyakit satu ini. Mereka menganggap vitiligo penyakit berbahaya dan menular.

Padahal, nyatanya tidak demikian. Vitiligo merupakan sebuah masalah pada kulit yang menyerang melanocyte. Jaringan ini berfungsi untuk memproduksi pigmen warna di kulit atau melanin.

Hal ini yang menyebabkan penderita vitiligo memiliki bercak-bercak putih di bagian kulit dan rambutnya. Secara statistik, penyakit vitiligo menyerang 1 sari 100 bayi yang lahir.

Bahkan, sebagian di antaranya menyerang sebelum usia 20 tahun. Oleh sebab itu, vitiligo termasuk ke dalam jenis penyakit jangka panjang. Sebab, seseorang yang terkena penyakit ini bisa mengalaminya seumur hidup.

Meski demikian, vitiligo bukan penyakit menular. Agar lebih mengenal penyakit ini, simak penjelasan mengenai jenis dan penyebabnya di bawah ini.

Jenis Umum Vitiligo Pada Bayi

Secara klinis, vitiligo dibedakan menjadi beberapa jenis. Di antaranya adalah vitiligo trikrom, kuadrikom, pentakrom, confety type, dan inflamasi. Sedangkan secara umum, vitiligo dibedakan menjadi dua jenis.

Yaitu jenis non-segmental dan segmental. Jenis segmental ditandai dengan munculnya bercak di kedua sisi tubuh dengan bentuk yang simetris. Jenis ini memiliki perkembangan yang cenderung lebih lambat.

Sebagaian besar kemunculannya di area kulit yang sering terkena sinar matahari. Sedangkan untuk vitilgo non-segmental proporsinya tidak simetris. Jenis ini yang paling sering menyerang bayi. Vitiligo non-segmental di bagi lagi menjadi lima jenis berdasarkan lokasi munculnya, yaitu:

1. Generalisata

Jenis vitiligo generalisata ditandai dengan munculnya banyak bercak yang timbul secara menyeluruh di bagian tubuh. Jenis ini yang paling sering dialami oleh penderita vitiligo, termasuk pada bayi dan anak-anak.

Meski area kemunculannya menyeluruh, tapi ada beberapa area yang paling sering muncul untuk jenis vitiligo generalisata. Misalnya adalah area yang sering terkena tekanan, gesekan, dan area trauma.

Jadi Ini: Perbedaan Panu dan Vitiligo

2. Acrofacial

Untuk jenis vitiligo pada bayi satu ini memiliki bentuk yang tidak biasa. Acro memiliki arti tangan dan ujung kaki, sedangkan facial adalah wajah. Oleh sebab itu, area kemunculannya adalah di sekitar wajah, ujung kaki, dan tangan.

Bercak putih untuk jenis ini tidak muncul di area badan. Oleh sebab itu, penderita memiliki badan yang bersih dan tidak ada bercak vitiligonya.

3. Mukosa

Jenis vitiligo mukosa muncul sebagian besarnya muncul pada area sekitar selaput lendir dan bibir. Mukosa sendiri artinya adalah lapisan kulit dalam yang tertutup oleh epitelium.

Fungsi dari mukosa adalah untuk proses absorpsi dan sekresi. Meski menyerang bagian mukosa, vitiligo tidak mengganggu fungsi utama dari jaringan tubuh ini. Hanya saja, akan timbul bercak putih.

4. Universal

Vitiligo universal masih erat kaitannya dengan jenis generalisata vitiligo pada bayi. Jenis ini muncul berupa makula dan patches depigmentasi di hampir seluruh tubuh.

Jenis vitiligo universal sering dikaitkan dengan sindrom endokrinopati multiple. Hubungannya dengan jenis generalisata adalah vitiligo universal merupakan gambaran akhir dari jenis vitiligo generalisata.

5. Fokal

Jenis vitiligo non-segmental berikutnya yang paling sering menyerang bayi dan anak-anak adalah vitiligo fokal. Lesi pada jenis ini muncul berupa makula soliter atau beberapa makula yang tersebar di satu area.

Sedangkan untuk area distribusinya paling sering adalah area saraf trigeminus, leher, dan badan. Jenis ini memiliki bercak putih paling sedikit jika dibandingkan dengan jenis lainnya.

Mengenal Penyebab Vitiligo Pada Bayi

Hingga saat ini dokter dan ilmuwan belum mengetahui secara pasti apa penyebab dari vitiligo. Meski demikian, beberapa penelitian menyebutkan bahwa vitiligo muncul karena melanosit epidermal.

Sedangkan pada teori patofisiologi menjelaskan bahwa penyebab dari vitiligo adalah karena mekanisme auto imun, sitotoksik, biokimia, oksidan-antioksidan, virus, hingga neural. Untuk lebih jelasnya simak poin berikut:

  • Gangguan sistem imun pada tubuh, di mana sel kekebalan tubuh menyerang dan menghancurkan melanosit pada tubuh. Sebab, sel tersebut menganggap melanosit sebagai ancaman.
  • Faktor genetik atau keturunan. Biasanya jika di keluarga ada yang mengalami vitiligo, maka keturunan berikutnya berisiko mengalami vitiligo juga.
  • Mengalami faktor pemicu vitiligo seperti sunburn atau kulit terbakar, stres, dan paparan zat kimia tertentu.

Mulai saat ini jangan salah lagi dalam memahami penyakit vitiligo. Penyakit kronis ini tidak menular dan vitiligo pada bayi bisa saja terjadi karena ada kemungkinannya.