Berbagai Penyebab Vitiligo Beserta Cara Mengobatinya

Masih banyak yang belum mengetahui penyebab vitiligo. Vitiligo merupakan penyakit yang mengakibatkan pigmen warna pada kulit hilang. Jadi, penyakit ini akan membuat warna kulit asli hilang hanya pada area tertentu.

Keadaan kulit seperti ini paling sering terjadi pada wajah, punggung tangan serta ketiak. Tapi, juga bisa menyerang area lain, seperti bagian dalam mulut serta rambut. Penyakit ini termasuk kategori tidak menular dan juga tidak mematikan.

Terkadang vitiligo berhubungan atau disertai dengan jenis penyakit lainnya, seperti tiroid. Supaya lebih paham mengenai penyakit ini, mulai dari faktor penyebab, gejala, cara mengobati serta cara mengurangi risikonya, bisa Anda simak pada ulasan berikut.

Berbagai Faktor Penyebab Vitiligo Masih Jarang Diketahui

Penyakit ini mengakibatkan timbulnya bercak putih pada kulit dan bisa dialami oleh segala usia. Tapi, secara umum dialami oleh seseorang dengan usia di bawah 20 tahun. Terdapat dua kategori vitiligo, yaitu menyerang bagian tertentu atau salah satu sisi tubuh saja dan kedua sisi tubuh.

Vitiligo terjadi saat kulit tidak mampu memproduksi zat yang bernama melanin. Senyawa melanin berperan penting dalam menentukan warna kulit. Selain itu, berfungsi melindungi kulit dari dampak buruk paparan sinar matahari yang tidak memadai.

Beberapa faktor penyebab vitiligo yaitu keturunan, terpajan senyawa kimia tertentu, menderita penyakit autoimun lain, seperti diabetes, hipertiroidisme atau Addison. Faktor lainnya, mengalami kerusakan pada kulit, seperti diakibatkan oleh terbakar sinar matahari.

Walaupun penyakit ini tidak mengancam jiwa, tapi bisa mengakibatkan penderitanya mengalami stress. Sebab, menjadi tidak percaya diri dengan penampilannya. Sebenarnya belum diketahui secara lebih spesifik terkait mekanisme kemunculan dari penyakit kulit ini.

Tapi, ada dugaan kuat penyakit ini dipicu oleh permasalahan autoimun dalam tubuh. Autoimun berkembang saat sel-sel yang terdapat pada sistem kekebalan tubuh salah mengira bahwa sel sehat dianggap sebagai kuman berbahaya.

Ketika kondisi seperti ini terjadi, ada kemungkinan tubuh salah dalam mengenali melanosit dan dianggap sebagai zat asing. Akibat yang ditimbulkan sel T sebagai pelawan infeksi menyerang serta menghancurkan melanosit.

Penyerangan dan penghancuran ini membuat melanosit tidak mampu bekerja lagi sebagaimana mestinya. Inilah salah satu penjelasan penyebab vitiligo versi diakibatkan oleh autoimun.

Beberapa Gejala Vitiligo yang Penting Diwaspadai

Gejala penyakit ini yaitu ditandai dengan munculnya bercak hipopigmentasi pada tubuh. Awal mulanya, kemunculan bercak memiliki warna lebih muda dibandingkan kulit biasa, lalu secara perlahan berubah menjadi memutih.

Kemunculan bercak ini dimulai dari area tubuh yang kerap terkena paparan panas matahari. Contohnya seperti bibir, wajah, kaki serta tangan, kemudian menyebar menuju bagian tubuh lainnya.

Beberapa gejala lainnya gatal dan nyeri pada area kulit yang mengalami vitiligo, hilangnya pigmen warna janggut, alis, rambut serta bulu mata, sehingga tampak seperti uban. Pada bagian tengah bercak memiliki warna putih, sedangkan tepinya kemerahan atau kecokelatan.

Timbulnya ruam pada area kulit yang mengalami vitiligo sesudah terpapar sinar matahari. Gejala terakhir, hilangnya pigmen warna pada bagian mata, area kelamin, dalam mulut serta hidung. Penyebab vitiligo membuat gejala-gejala tersebut muncul.

Kondisi vitiligo untuk setiap orang berbeda-beda.  Seberapa cepat terjadinya penyebaran dan kapan munculnya tidak bisa ditentukan. Bahkan ada juga pada situasi tertentu warna kulit yang mengalami vitiligo bisa kembali pada kondisi normal.

Tapi, dalam banyak kasus, jarang bagi kulit memperoleh warnanya lagi. Untuk mengembalikan warna, menghentikan atau memperlambat proses perubahan warna, diperlukan perawatan khusus.

Baca Ini: Kenali 5 Jenis Vitiligo Pada Bayi, dan Penyebabnya !

Berbagai Cara Mengobati Penyakit Vitiligo yang Bisa Dilakukan

Metode pengobatan atau penanganan penyakit ini menyesuaikan dengan kondisi penderitanya. Baik itu usia maupun luas area yang terkena dan penyebarannya serta dampak vitiligo terhadap kualitas hidup penderita.

Biasanya, pada tahap awalan, dokter memberikan anjuran kepada penderita untuk memakai tanning lotion atau penggelap kulit. Selain itu, juga disarankan menggunakan tabir surya SPF 30 atau lebih supaya kerusakan kulit lebih parah akibat sinar matahari bisa dicegah.

Bila penyebab vitiligo sudah tidak bisa dihindari dan beberapa metode tersebut tidak cukup efektif, cara lain akan dilakukan. Berbagai cara yang dimaksud tersebut di antaranya:

1. Mengonsumsi Obat-obatan

Cara pertama, mengonsumsi obat-obatan khusus. Sebenarnya belum ada obat yang mampu menghentikan perkembangan penyakit ini. Tapi ada beberapa obat yang mampu membantu mengembalikan warna kulit penderitanya supaya dalam kondisi normal.

Salep atau krim kortikosteroid merupakan obat oles yang bisa membantu penyebaran bercak serta mengembalikan warna kulit, terutama pada tahap awal di mana kondisinya belum terlalu meluas. Contoh obat ini yaitu hydrocortisone, betametason dan fluticasone.

Penting dipahami bahwa jenis obat satu ini tidak boleh digunakan oleh penderita vitiligo pada bagian wajah serta ibu hamil. Sedangkan pemakaian jangka panjang menyebabkan efek samping berupa timbulnya stretch mark dan lapisan kulit menipis.

Salep tacrolimus bisa dipakai pada penderita yang mengalami penyakit ini pada area kecil saja, seperti selangkangan atau wajah. Tapi, produk ini tidak umum dipakai karena menimbulkan efek samping berupa menipisnya kulit.

Terakhir, penyebab vitiligo bisa diatasi dengan produk lotion hydroquinone. Produk ini biasanya dipakai oleh penderita yang bercaknya sudah meluas sampai pada seluruh bagian tubuh. Fungsi pengolesan lotion supaya warna kulit merata.

2. Terapi Sinar UV atau Fototerapi

Cara mengobati berikutnya dengan terapi sinar UV atau fototerapi. Metode ini dilakukan ketika obat oles tidak mampu mengatasinya dengan baik yang membuat penyakit semakin menyebar luas.

Penerapan metode ini dengan memaparkan sinar UVA atau UVB pada area kulit yang mengalami vitiligo. Sebelum proses terapi, kulit penderita akan diberikan produk bernama psoralen supaya lebih sensitif terhadap sinar UV.

3. Melakukan Prosedur Bedah

Cara terakhir yaitu melakukan prosedur bedah bila fototerapi tidak berhasil mengatasinya. Prosedur bedah bertujuan mengembalikan warna normal kulit. Beberapa metode bedah ini meliputi cangkok kulit, blister grafting dan mikropigmentasi.

Setiap jenis prosedur bedah ini memiliki tata caranya masing-masing dan akan memberikan hasil beragam terhadap setiap penderita. Mengenai metode bedah paling cocok, bisa dikonsultasikan terlebih dahulu kepada dokter terkait.

Inilah Beberapa Cara Mengurangi Risiko Terkena Penyakit Vitiligo

Setelah mengetahui penyebab vitiligo dan Anda bukan termasuk penderita, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko terkena penyakit ini, meliputi:

  1. Membiasakan diri rutin minum air putih dengan jumlah yang cukup.
  2. Mengonsumsi makanan sehat dan bernutrisi, terutama yang mengandung antioksidan, seperti sayur serta buah.
  3. Menggunakan tabir surya atau sun protection, apalagi saat melakukan aktivitas di luar ruangan pada siang hari di mana sinar matahari sedang terik.
  4. Menerapkan pola hidup sehat supaya berbagai penyakit bisa dihindari.
  5. Memakai pelindung diri supaya terhindar dari paparan panas matahari, contohnya seperti topi, payung dan mengenakan pakaian tertutup.
  6. Sebisa mungkin menghindari lingkungan yang sudah tercemar berbagai jenis bahan kimia, seperti pelapis cat, logam berat serta dari industri.

Memang penyakit ini tidak terlalu membahayakan, tapi bagi mayoritas penderita merasakan ketidaknyamanan. Terlepas dari apa penyebab vitiligo yang sedang dialami, untuk mengatasinya bisa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter supaya memperoleh penanganan tepat.