Penyakit Kelamin Raja Singa: Gejala Beserta Penyebabnya

Penyakit kelamin raja singa adalah penyakit kelamin berbahaya yang disebabkan oleh bakteri. Nama lain dari penyakit ini adalah sifilis. Penyakit ini adalah infeksi menular seksual yang dimulai dari luka yang tidak nyeri.

Penyakit kelamin raja singa ini diawali dari luka yang ada pada area kelamin, mulut atau dubur. Penyakit ini dapat menular dari hubungan seksual penderitanya ke orang lain, kontak kulit dan juga lendir dari luka tersebut.

Gejala Penyakit Kelamin Raja Singa

Jika penyakit ini dibiarkan, bakteri sifilis dapat merusak jantung, otak, bahkan organ lain. Penyakit ini sebenarnya bisa sembuh jika diketahui dengan cepat. Bakteri sifilis ketika baru terinfeksi bisa tidak aktif, namun dapat kembali aktif dalam beberapa tahun.

Selain dapat merusak organ tubuh, penyakit ini dapat mengancam jiwa penderitanya. Sehingga penting untuk diketahui lebih awal. Untuk lebih mengetahui, kenali tahapan gejala dari penyakit kelamin pria berikut.

1. Sifilis Primer

Gejala pada sifilis primer adalah tahap-tahap penularan.  Gejala ini ditandai berupa luka tempat bakteri yang masuk ke dalam tubuh setelah sepuluh hingga sembilan puluh hari. Munculnya luka kecil ini berbentuk bulan yang disebut chancre.

Luka ini muncul di area kelamin, dubur atau mulut dan menyebabkan luka kering. Penderita penyakit ini merasakan adanya bengkak di pangkal paha. Biarpun ini tahap awal, namun jangan disepelekan sama sekali.

2. Sifilis Sekunder

Gejala yang kedua mulai mengganggu, timbulnya ruam di kulit berwarna coklat kemerahan hingga merah. Infeksi bakteri menyebabkan demam, rasa sakit di area luka, bengkak pada kelenjar getah bening, lelah, tenggorokan sakit, hingga muncul kutil di daerah terinfeksi.

Gejala ini terasa ketika memasuki dua sampai sepuluh minggu. Gejala juga bisa hilang dalam beberapa minggu, namun belum tentu sembuh. Bila bakteri kembali beraksi, gejala-gejala yang mengganggu akan muncul kembali.

3. Sifilis Laten

Gejala sipilis pria selanjutnya adalah sifilis laten. Pada tahap ini, gejala penyakit seperti menghilang sampai bertahun-tahun. Sebelum tahap ini terjadi, lebih baik waspada dan meminta bantuan dari dokter.

Jika penderita penyakit kelamin raja singa ini lengah dan menganggap dirinya sembuh, justru akan bahaya. Di dalam tubuh, bakteri sedang berencana dan muncul untuk tahap selanjutnya yang lebih dahsyat.

4. Sifilis Tersier

Tahap ini terjadi ketika penderita mengabaikan penyakitnya. Penderita akan mengalami berbagai kerusakan organ tubuh. Bakteri akan mulai merusak sistem saraf, mata, jantung, pembuluh darah, otak, hingga menggerogoti tulang dan sendi.

Dampak dari bakteri sifilis ini adalah penderita akan merasakan kerugian pada kesehatannya. Pelan-pelan akan mati rasa, dementia, gerakan otot yang tidak terkendali, bisa sampai buta sampai lumpuh.

5. Sifilis Kongenital

Kondisi ini dialami pada ibu hamil yang terinfeksi sifilis. Bakteri yang menginfeksi akan menyerang janin pada ibu hamil. Resiko bisa dikurangi dengan mengobati penyakit sebelum masa kehamilan empat bulan.

Hal serius bisa terjadi jika pengobatan dilakukan terlambat. Ibu hamil akan mengalami komplikasi seperti bayi lahir prematur, keguguran, bayi yang lahir langsung terinfeksi sifilis atau bisa sampai hilangnya nyawa bayi setelah lahir.

Penyebab Penyakit Kelamin Raja Singa

Penyakit raja singa disebabkan oleh bakteri treponema pallidum. Cara penyebaran yang paling erat adalah kontak langsung dengan penderita penyakit kelamin raja singa. Bakteri akan masuk ke dalam luka kecil atau lecet, dan dari selaput lendir.

Penyakit ini tidak hanya dialami oleh pria namun juga wanita. Raja singa pada wanita dapat terjadi jika mengalami penularan langsung oleh penderita sebelumnya. Lebih berbahayanya penyakit ini dapat ditularkan langsung ibu ke bayinya selama mengandung.

Sifilis juga tidak menyebar lewat toilet yang dipakai bersama, pakaian, atau makanan yang sama. Bisa menyebar ketika berciuman, namun hal ini jarang terjadi. Seseorang dengan penyakit ini dapat terinfeksi kembali walaupun sudah sembuh.

Penyakit kelamin raja singa akan tinggi risiko jika aktif secara seksual, melakukan aktivitas seksual sesama pria, melakukan hubungan tanpa kondom, mengidap HIV/AIDS, dan mengidap penyakit infeksi menular lainnya seperti klamidia, gonore, dan herpes.

Penyakit Komplikasi akibat sifilis

Jika dibiarkan, penyakit raja singa atau sifilis ini dapat menyerang organ-organ penting di dalam tubuh. Komplikasi penderita sifilis adalah sebagai berikut.

1. Masalah saraf dan neurologis

Bakteri treponema pallidum yang menyerang tubuh dapat juga menyerang saraf. Jika sudah terkena saraf penyakit seperti meningitis, dementia, masalah penglihatan, gangguan pendengaran, hingga disfungsi seksual pada pria.

2. Benjolan kecil seperti tumor

Biasanya tumor dapat terjadi pada tahap akhir sifilis. Benjolan dapat tumbuh pada kulit, tulang,, hati, dan organ tubuh lainnya. Benjolan biasanya dapat hilang dengan pemberian antibiotik.

3. Masalah pada kardiovaskular

Komplikasi lainnya adalah masalah pada kardiovaskular, yaitu aorta dan arteri utama dalam tubuh yang membengkak. Jika hal ini terjadi, dapat mengalami masalah pada katup jantung.

4. Infeksi HIV atau AIDS

Orang yang menderita sifilis lebih memiliki risiko tertular HIV/AIDS. Luka pada sifilis mudah berdarah sehingga memudahkan virus HIV masuk ke dalam tubuh saat melakukan aktivitas seksual.

5. Bahaya pada kehamilan dan persalinan

Sifilis pada tahap kongenital memberikan risiko lebih besar untuk keguguran dan kematian bayi setelah dilahirkan.

Mengobati Penyakit Kelamin Raja Singa

Apakah sifilis bisa sembuh? Infeksi pada tahap primer dan sekunder, pengobatan dapat dilakukan pemberian antibiotik lewat suntikan dan dilakukan selama kurang lebih empat belas hari. Namun pada sifilis tahap tersier dan wanita hamil pengobatan akan lebih lama.

Berapa lama sipilis sembuh? Luka yang muncul pada tahap primer biasanya tidak menimbulkan rasa sakit. Banyak orang abai karena luka akan sembuh dan kering dalam enam minggu. Tetap harus dilakukan pengobatan antibiotik agar bakteri tidak berkembang.

Cara mengobati sipilis pada wanita hamil dan penderita tahap tersier akan dilakukan pemberian antibiotik  dengan infus. Setelah itu dilakukan tes darah untuk memastikan infeksi dari bakteri tidak terjangkit kembali sehingga tidak menularkan bayi di dalam perut.

Berikut Cara Mengobati Sipilis Secara Alami

Pencegahan Sifilis

Setelah mengetahui bahaya dari penyakit sifilis beserta beberapa komplikasi yang dapat membahayakan tubuh, ada baiknya kita mencegah agar tidak terinfeksi dari penyakit raja singa yang memiliki risiko.

Cara pencegahannya dapat dengan cara hindari obat-obatan terlarang, tidak gonta ganti pasangan, berhenti melakukan hubungan seksual dalam waktu yang lama, diskusikan riwayat penyakit kelamin pada pasangan. Selain itu jangan lupa cek ke dokter bila mengalami gejala.

Kenali ciri-ciri dari penyakit kelamin raja singa agar tidak semakin parah jika memang terinfeksi. Selain itu jangan lakukan seks bebas dan tetap setia pada satu pasangan. Yang terpenting adalah jaga badan dan tubuh tetap sehat, serta terhindar dari penyakit menular. Jangan sampai penyakit ini mempengaruhi masa depan serta keturunan kita kedepannya.