Penyebab Penyakit Jantung Rematik dan Gejalanya

Ketika mengalami penyakit jantung rematik, sebaiknya segera melakukan perawatan atau pengobatan tepat supaya bisa menikmati kualitas hidup lebih tinggi. Selain itu, perawatan juga penting dilakukan untuk mencegah terjadinya penyakit lebih parah, seperti gagal jantung.

Banyak orang masih asing dengan penyakit jantung satu ini. Tidak heran karena bila dibandingkan dengan penyakit jantung lainnya seperti koroner, jenis ini lebih jarang ditemukan. Penyakit Jantung ini termasuk dalam kategori penyakit dalam yang ada pada tubuh manusia

Supaya lebih jelas mengenai penyakit satu ini, mulai dari pengertian, penyebab dan gejalanya, Anda bisa menyimak uraian berikut. Selain itu, akan diulas juga mengenai metode pengobatan serta upaya pencegahan bisa dilakukan.

Membahas Sekilas Mengenai Penyakit Jantung Rematik

Jantung rematik adalah penyakit yang ditandai dengan kerusakan pada bagian katup jantung diakibatkan oleh komplikasi demam rematik. Demam rematik merupakan peradangan yang terjadi di beragam organ tubuh, termasuk salah satunya jantung.

Demam ini bila tidak segera diobati bisa mengakibatkan terjadinya penyempitan atau kebocoran pada bagian katup jantung. Kondisi seperti inilah yang membuat penderita mengalami penyakit jantung rematik.

Katup organ yang mengalami kerusakan dimulai sesudah terkena infeksi bakteri bernama Streptococcus pyogenes atau streptococcus grup A. Bakteri ini mengakibatkan timbulnya radang tenggorokan atau demam scarlet.

Karena tidak diobati dengan tepat atau tanpa melakukan penanganan sama sekali, akhirnya membuat katup mengalami kerusakan. Bakteri tersebut bisa menular dengan mudah melalui cara sama dari satu orang ke orang lainnya.

Misalnya seperti melalui infeksi saluran pernapasan. Sebenarnya penyakit ini bisa dialami oleh siapa saja, tapi lebih sering menyerang anak-anak yang usianya kisaran 5 hingga 15 tahun.

Beragam Penyebab Jantung Rematik dan Gejalanya yang Perlu Diwaspadai

Sebelumnya sudah dibahas mengenai penyebab utama dari penyakit ini yaitu demam rematik yang tidak segera diobati atau tidak ditangani dengan tepat. Tapi ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang menderita penyakit satu ini.

Seperti sulit memperoleh antibiotik, tinggal di wilayah kumuh serta padat, tidak secara tuntas memperoleh pengobatan infeksi Streptococcus atau mengalami infeksi berulang. Faktor lainnya, jarang mencuci tangan, terutama sebelum makan atau setelah batuk dan bersin.

Tidak sedikit penderita penyakit jantung rematik yang tidak menyadari kondisinya. Maksudnya, mereka tidak mengetahui bahwa sedang mengalami penyakit ini. Untuk itulah penting memahami gejalanya apa saja supaya segera bisa ditangani.

Beberapa gejalanya yaitu mengalami demam, kondisi tubuh lemas, muncul benjolan pada bagian bawah permukaan kulit, murmur jantung ketika menjalani kegiatan, sesak napas serta merasakan tidak nyaman pada bagian dada.

Gejala lainnya, timbul ruam kemerahan pada bagian perut, dada dan punggung, gerakan tidak bisa dikendalikan pada otot kaki, wajah atau tangan. Mayoritas penderita penyakit ini menemukan adanya suara menyerupai gesekan yang terjadi pada jantung.

Suara ini hanya bisa didengar memakai alat bantu stetoskop. Pada kondisi tubuh parah, penyakit ini bisa mengakibatkan penderitanya kesulitan untuk bernapas sesudah beraktivitas, nyeri bagian dada dan terjadi pembengkakan pada area tersebut.

Mengenai gejala penyakit jantung rematik berbeda-beda untuk setiap individu, tergantung dari kondisinya dan tingkat keparahan. Bahkan bisa saja tidak terlihat bertahun-tahun lamanya. Tapi, biasanya gejala tersebut akan muncul sesudah dua minggu sejak mengalami infeksi.

Inilah Metode Pengobatan untuk Mengatasi Jantung Rematik

Terkait masalah pengobatan penyakit ini, sebenarnya tergantung dari gejala yang dialami, usia serta kondisi kesehatan penderitanya. Inilah metode pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengatasinya:

1. Pemberian Obat

Metode pertama yaitu dengan mengonsumsi obat yang tentunya sesuai dengan anjuran dan resep dokter. Ada dua jenis obat yang biasanya diberikan oleh dokter, yaitu antibiotik dan steroid.

Pemberian antibiotik rutin harian dalam jangka waktu panjang untuk mengobati demam rematik yang dialami oleh anak-anak serta dewasa muda. Tujuan pemberian antibiotik untuk mencegah terjadinya kekambuhan atau komplikasi akibat demam rematik.

Sedangkan pemberian obat steroid berfungsi sebagai pereda peradangan yang terjadi pada organ jantung maupun bagian tubuh lainnya. Terkait obat yang paling cocok dikonsumsi, menyesuaikan dengan hasil pemeriksaan dokter.

Baca Juga: Tanaman Obat Penyakit Jantung yang Efektif Menyembuhkan

2. Operasi

Metode pengobatan penyakit jantung rematik kedua yaitu operasi. Metode operasi ini bisa dilakukan bila kondisi penyakitnya semakin memburuk walaupun sudah ditangani dengan obat-obatan.

Tindakan operasi dilakukan dengan cara memperbaiki atau mengganti kondisi katup jantung yang mengalami kerusakan. Sesudah melakukan operasi, pasien harus menjalani rawat inap terlebih dahulu di rumah sakit.

Selain kedua metode tersebut, pengobatan juga perlu dilakukan di rumah. Salah satunya dengan membatasi kegiatan tertentu, menyesuaikan dengan kerusakan yang dialami oleh organ, seperti saat menjalani olahraga.

Perawatan lainnya yaitu dengan mengonsumsi makanan sehat dan bergizi. Fungsi dari makanan bergizi ini tentu saja meningkatkan sistem imun atau sistem kekebalan tubuh. Selain itu, juga bisa menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh.

Beberapa Upaya Pencegahan Supaya Terhindar dari Jantung Rematik

Penyakit jantung rematik tidak bisa dianggap sepele. Bila memang sudah terlanjur mengalami, diperlukan metode pengobatan untuk segera mengatasinya. Tapi bila belum, sebaiknya untuk mencegah dengan beberapa upaya berikut:

1. Tidur Malam dan Istirahat yang Cukup

Sangat penting memiliki tidur malam dan istirahat yang cukup. Tubuh perlu beristirahat dengan waktu mencukupi supaya seluruh organ pulih dan mampu bekerja normal lagi, termasuk bagian jantung.

Penting dipahami bahwa kurang istirahat bisa memicu timbulnya stress. Kondisi stress inilah yang menjadi salah satu faktor pemicu penyakit, sehingga tidak bisa dianggap remeh.

2. Mencuci Tangan Menggunakan Sabun dan Air Mengalir

Menjaga kebersihan makanan yang masuk ke dalam tubuh sangat penting supaya terhindar dari berbagai penyakit membahayakan, termasuk jantung. Salah satunya dengan rutin mencuci tangan menggunakan sabun serta air mengalir.

Bukan hanya dilakukan sebelum mengonsumsi makanan saja, tapi juga saat mengolahnya. Penting diingat bahwa memakan makanan yang terkontaminasi bakteri Streptococcus tipe tertentu bisa memicu terjadinya penyakit jantung rematik.

3. Menutupi Hidung serta Mulut Ketika Batuk atau Bersin

Upaya yang bisa dilakukan lainnya untuk mencegah yaitu menutup hidung dan mulut ketika batuk atau bersin. Bisa menggunakan lengan atas atau tissue. Ketika menggunakan tissue, segera buang setelah dipakai untuk menutup hidung dan mulut.

4. Menghindari Penyebaran Bakteri

Bakteri Streptococcus grup A penyebab penyakit ini bisa ditularkan melalui kontak langsung. Jadi, hindari penyebaran bakteri membahayakan dengan tidak berbagai peralatan pribadi, seperti handuk, alat makan serta sarung bantal.

5. Mengonsumsi Makanan Bergizi

Upaya berikutnya, konsumsi makanan bergizi. Selain bersih, pastikan makanan yang Anda konsumsi mengandung nutrisi baik dan seimbang untuk tubuh. Hindari makan makanan mengandung kolesterol dan lemak tinggi.

6. Memeriksakan Kondisi Jantung

Upaya pencegahan terakhir yaitu dengan menjalani pemeriksaan jantung. Bila ternyata organ dalam kondisi sehat, Anda bisa melanjutkan upaya pencegahan dengan beberapa cara yang sudah disebutkan sebelumnya.

Bila ternyata ada indikasi mengalami jantung rematik, melalui pemeriksaan Anda bisa segera melakukan pengobatan untuk mengatasinya. Jadi, kondisi penyakit yang semakin buruk dapat dihindari.

Segera konsultasikan kepada dokter yang sudah ahli di bidangnya bila Anda menemui beberapa gejala penyakit ini. Dengan segera melakukan upaya pengobatan penyakit jantung rematik, kondisi lebih parah bisa diminimalisir.