Patofisiologi Penyakit Jantung Koroner dan Gejalanya

Pembahasan mengenai patofisiologi penyakit jantung koroner memang cukup menarik. Terlebih lagi penderitanya semakin hari semakin meningkat. Baik dari kalangan anak muda maupun dari kalangan orang tua.

Pengertian dari patofisiologi sendiri adalah sebuah ilmu yang mempelajari tentang gangguan fungsi fisik, biokimia, dan mekanis. Baik gangguan yang disebabkan oleh penyakit atau kondisi abnormal.

Artinya, patofisiologi untuk penyakit jantung koroner fokus membahas mengenai penyakit tersebut. Pada artikel kali ini kami akan fokus membahas mengenai apa saja penyebab dan gejala penyakit jantung koroner. Untuk mengetahui selengkapnya, simak pembahasan di bawah ini.

Penyebab Patofisiologi Penyakit Jantung Koroner

Penyakit jantung koroner sendiri disebabkan oleh penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah arteri koroner. Pembuluh darah ini bertugas untuk menyuplai darah ke jantung.

Penyempitan atau penyumbatan ini biasanya disebabkan oleh trombosis atau atherosklerosis. Trombosis merupakan jaringan luka yang terjadi pada pembuluh darah.

Jaringan luka ini membentuk sebuah jaringan fibrosa oleh kolesterol. Hal ini yang berisiko menyumbat arteri koroner dan menyebabkan penyakit jantung koroner.

Sedangkan atherosklerosis adalah adanya plak dalam arteri koroner. Plak ini terdiri dari kolesterol, kalsium, atau bahan lainnya. Hal ini yang sering menjadi penyebab dalam patofisiologi penyakit jantung koroner.

Kedua penyebab utama penyakit ini dipicu oleh berbagai faktor, di antaranya adalah:

1. Diabetes

Diabetes merupakan penyakit di mana proses metabolisme gula di dalam tubuh terganggu. Penyakit ini ternyata bisa menyebabkan dinding pembuluh darah di sekitar arteri koroner menebal.

Hal ini tentunya sangat berisiko untuk menghambat aliran darah menuju ke jantung. Bahkan diketahui bahwa penderita diabetes berisiko terkena jantung koroner hingga 2 kali lipat.

2. Alkohol

Alkohol memang sudah lama terbukti dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Salah satunya adalah penyakit jantung koroner. Sebab, konsumsi alkohol yang berlebih dapat merusak otot jantung.

Bahkan, alkohol juga dapat memperburuk kondisi orang yang berisiko memiliki penyakit jantung. Misalnya penderita diabetes dan trombosis.

3. Obesitas

Penderita obesitas memiliki tumpukan lemak berlebih di dalam tubuhnya. Jika terus dibiarkan, lemak tersebut akan menjadi plak dan menyumbat arteri koroner.

Obesitas juga menjadi penyebab patofisiologi penyakit jantung koroner terbesar di masyarakat. Seseorang dikatakan menderita obesitas ketika memiliki indeks masa tubuh lebih dari 30.

Kamu Perlu Tahu: 5 Obat Herbal Jantung Koroner yang Gampang Didapat

4. Tekanan darah Tinggi

Tekanan darah tinggi membuat jantung bekerja lebih keras. Pada kondisi yang tidak terkendali, hipertensi dapat menyebabkan penyumbatan aliran darah yang menjadi penyebab penyakit jantung koroner.

5. Kolesterol Tinggi

Kolestrol tinggi adalah kondisi ketika kadar lemak di dalam darah tinggi. Hal ini dapat meningkatkan risiko terjadinya aterosklerosis yang menjadi penyebab utama penyakit jantung koroner.

Kolesterol sendiri dibagi menjadi dua, yaitu kolesterol baik (HDL) dan kolesterol jahat (LDL). Jenis kolesterol yang perlu dihindari adalah kolesterol jahat.

6. Pola Makan yang Tidak Sehat

Pola makan yang tidak sehat juga menjadi penyebab utama penyakit jantung koroner. Contoh makanan yang tidak sehat di antaranya adalah makanan tinggi lemak, tinggi gula, dan tinggi garam.

Gejala Patofisiologi Penyakit Jantung Koroner

Setelah mengetahui apa saja penyebab utama terjadinya penyakit jantung koroner, Anda tentunya harus tahu juga gejalanya. Berikut ini adalah gejala paling umum pada penyakit jantung koroner:

  • Sesak napas hingga tersengal-sengal. Sebab, tubuh kekurangan oksigen karena jantung tidak mampu memompa darah dengan optimal lagi.
  • Angina atau nyeri di bagian dada karena kurangnya suplai darah ke otot jantung. Angina dipicu oleh rasa lelah karena adanya aktivitas fisik atau karena stress. Kondisi ini sering disalahartikan sebagai maag.
  • Keluar keringat dingin, mual, muntah, hingga mudah lelah. Tidak heran jika penderitanya sering terlihat pucat dan tidak bersemangat.
  • Irama denyut jantung tidak stabil atau biasa disebut sebagai aritmia. Bahkan, kondisi ini bisa menyebabkan henti jantung yang berisiko kematian.

Jika Anda sudah mengalami gejala di atas, maka harus segera memeriksanya kepada dokter. Sebab jika tidak segera ditangani, akan menyebabkan berbagai penyakit komplikasi.

Contoh penyakit komplikasi yang paling sering terjadi di antaranya adalah gagal jantung. Yaitu, kondisi ketika jantung tidak mampu memompa darah ke seluruh tubuh.

Penyakit jantung koroner juga berisiko menyebabkan serangan jantung. Sebab, trombosis pada arteri koroner bisa mengurangi asupan darah di jantung. Jika tidak terkendali, bisa menyebabkan serangan jantung.

Risiko penyakit jantung koroner memang sangat besar. Oleh sebab itu, Anda perlu memahami patofisiologi penyakit jantung koroner yang paling umum seperti penyebab dan gejalanya.