Jaringan yang Menyusun Organ Mata Pada Manusia adalah

Jaringan yang menyusun organ mata pada manusia adalah sekumpulan sel dengan bentuk serta fungsi seragam, yaitu menyusun organ penglihatan. Setiap jaringan penyusun mata memiliki jenis berbeda-beda serta fungsi spesifiknya masing-masing.

Tidak hanya bagian penglihatan, namun setiap bagian tubuh manusia juga terdiri dari sel, jaringan, serta organ. Sel akan menyusun jaringan, lalu jaringan akan menyusun organ tubuh, seperti jantung dan lain-lain.

Secara khusus, jaringan manusia merupakan sekumpulan sel dengan susunan seragam yang bekerja sama untuk mencapai fungsi tertentu. Masing-masing jenisnya memiliki struktur khusus yang dapat mendukung fungsinya dalam menyusun tubuh manusia.

Jenis-jenis Jaringan yang Menyusun Organ Mata Pada Manusia adalah

Pada dasarnya, tubuh manusia terdiri dari 4 jenis jaringan berbeda, yaitu otot, ikat, epitel, serta saraf, termasuk bagian mata. Berikut adalah jenis-jenis jaringan penyusun bagian mata pada manusia beserta fungsinya.

1. Jaringan Ikat (Connective Tissue)

Sesuai namanya, ia berfungsi mengikat, menopang, melindungi, menghubungkan, hingga menjaga struktur setiap penyusun organ. Khusus mata, connective tissue berfungsi melindungi serta mempertahankan bentuk bola mata.

Dense connective tissue bisa ditemukan pada lapisan luar organ penglihatan (fibrous tunic). Lapisan ini terdiri dari sklera (bagian berwarna putih) serta kornea, (bagian lapisan bening).

Sklera terbuat dari serat kolagen, menutupi hampir seluruh permukaan bola mata, dan berfungsi melindungi bagian dalamnya. Adapun bagian kornea memungkinkan cahaya masuk serta membiaskan sinar.

2. Jaringan Epitel (Epithelial Tissue)

Sebagai jaringan yang menyusun organ mata pada manusia adalah sekaligus lapisan terluar kornea, epitel berfungsi melindungi dari kontaminan asing. Contohnya seperti partikel debu, air, atau bakteri yang dapat mengganggu organ penglihatan.

Bisa dibilang, lapisan ini merupakan bagian pelindung organ penglihatan bagian dalam. Selain itu, epithelial tissue membantu penyerapan oksigen serta nutrisi dari air mata untuk kornea.

Pada lapisan ini terdapat banyak ujung saraf, sehingga jika tergores atau digosok terlalu keras dapat terasa sakit. Ujung saraf tersebutlah yang menyebabkan terjadinya refleks berkedip.

Tahukah Kamu: Penyebab Sakit Mata Sebelah Kanan

3. Jaringan Otot (Muscle Tissue)

Muscle tissue berfungsi sebagai penggerak tubuh, termasuk menggerakkan bagian organ penglihatan. Masing-masing sel otot ini tersusun oleh serabut halus (miofibril) yang menyusun 3 jaringan otot.

Jenis jaringan yang menyusun organ mata pada manusia adalah otot lurik, otot jantung, serta otot polos. Secara spesifik, muscle tissue yang terdapat pada bagian organ penglihatan adalah otot polos.

Otot polos terdapat pada bagian korpus siliaris yang terhubung dengan bagian atas serta bawah lensa mata. Adapun fungsinya adalah menjaga lensa agar tetap pada tempatnya.

4. Jaringan Saraf (Nervous Tissue)

Terakhir, ada nervous tissue sebagai komponen utama sistem saraf yang tersusun dari sel-sel saraf (neuron). Fungsi utamanya adalah untuk menghantarkan impuls ke pusat saraf (efektor).

Sel-sel saraf menyusun lapisan dalam yang terdiri dari retina di bagian belakang bola mata. Retina memiliki ketebalan sangat tipis dan memiliki sensitivitas tinggi terhadap cahaya.

Bagian retina ini nantinya akan menghantarkan rangsang cahaya dari pantulan suatu objek. Kemudian rangsangan tersebut akan diteruskan ke sistem saraf pusat (otak) oleh sistem saraf.

Cara Menjaga Kesehatan Jaringan yang Menyusun Organ Mata Pada Manusia

Karena berbagai fungsi serta peranan spesifik tersebut, penting bagi manusia untuk menjaga kesehatan organ penglihatannya. Adapun beberapa cara menjaga kesehatan jaringan yang menyusun organ mata pada manusia adalah sebagai berikut.

1. Gaya Hidup Sehat

Untuk menjalankan gaya hidup sehat, Anda bisa memulainya dengan menjaga pola tidur, menjaga pola makan sehat, serta rutin berolahraga. Cobalah memperbanyak konsumsi makanan kaya vitamin A, Omega-3, serta sayuran hijau.

2. Hindari Mengucek Mata

Tak banyak disadari, ternyata kebiasaan mengucek mata justru dapat merusak pembuluh darah di sekitarnya. Hal tersebut dapat memicu atau meningkatkan risiko terjadinya penipisan kornea, sehingga kebiasaan ini perlu Anda hindari.

3. Lakukan Pemeriksaan Rutin

Sebaiknya, jangan memeriksakan organ penglihatan saat terjadi gangguan saja, namun agendakan pemeriksaan rutin setidaknya 2 tahun sekali. Adapun bagi lansia di atas 40 tahun disarankan melakukan pemeriksaan setidaknya setahun sekali.

4. Rutin Istirahatkan Mata

Saat bekerja atau membaca, banyak orang tidak menyadari bahwa mereka sudah menatap layar gadget atau bukunya dalam waktu lama. Hal ini sangat tidak disarankan, jadi beristirahatlah minimal setiap 20 menit.

Kesehatan organ penglihatan perlu dijaga serta dirawat secara teratur. Sebab jaringan yang menyusun organ mata pada manusia adalah bagian dari salah satu indra utama yang sangat penting bagi kehidupan manusia.