Perbedaan Batu Empedu dan Batu Ginjal: Pastikan Tahu!

Tahukah Anda apa bedanya batu empedu dan batu ginjal? Anda mungkin sering mendengar penyakit batu ginjal, tapi jarang mendengar tentang batu empedu. Banyak orang menduga jika dua penyakit ini mirip, padahal kedua penyakit tersebut memiliki perbedaan sendiri.

Kantung empedu dan ginjal bisa mendapatkan batu. Walaupun mekanisme keduanya agak mirip, presentasi batu ginjal dan penyakit batu empedu sangat berbeda. Oleh karena itu, artikel ini akan membahas perbedaan kedua jenis penyakit dalam tersebut.

Apa Perbedaan Batu Empedu dan Batu Ginjal?

Sebelum membahasa perbedaan keduanya, pastikan kita tahu terlebih dahulu apa fungsi ginjal dan empedu. Fungsi ginjal yaitu menyaring darah, organ ini juga yang berfungsi untuk menghasilkan urine.

Sedangkan kantong empedu berfungsi menyimpan empedu. Empedu sendiri dihasilkan oleh hati. Fungsi empedu sangat banyak terutama dalam membantu sistem pencernaan ketika mencerna dan menyerap lemak.

Apabila kedua organ di atas terganggu, maka keduanya dapat menimbulkan penyakit yang sama-sama menghasilkan batu. Hal ini akan bisa menimbulkan rasa sakit karena terbentuknya batu tersebut dapat mengganggu kinerja organ.

Untuk Anda yang penasaran, ini dia ulasan lengkap mengenai bedanya batu empedu dan batu ginjal yang telah kami rangkum dari berbagai sumber.

Apa Itu Batu Empedu?

Batu empedu adalah batu yang ditemukan pada saluran empedu yang sebagian besar terbentuk dari kolesterol. Ketika batu ini menyumbat ujung saluran empedu, penderita akan mengalami nyeri cukup hebat yang terasa pada bagian tengah atas atau kanan atas perut.

Terdapat dua jenis batu empedu, yaitu:

  • Batu pigmen: mempunyai warna coklat tua dan hitam karena terdapat bilirubin yang berlebihan.
  • Batu kolesterol: memiliki warna yang kekuningan, terdiri dari kumpulan kolesterol dan senyawa lain yang tidak dapat dicerna.

Penyebab batu empedu bisa terjadi karena banyak hal. Misalnya, kelebihan berat badan, terlalu sering menginduksi makanan berlemak, kadar kolesterol tinggi, hingga perubahan hormon ibu yang baru melahirkan.

Hampir 8% dari populasi diatas 40 tahunan mendapat batu empedu dan 90% dari mereka tidak menunjukkan gejala. Batu empedu ini dapat menyebabkan peradangan kolik bilier, peradangan kantung empedu, pankreatitis, dan ikterus obstruktif.

Meskipun batu empedu dan batu ginjal adalah penyakit yang sama-sama mengeluarkan batu, namun keduanya sangat berbeda seperti yang sudah kami jelaskan diatas. Nah, jika Anda sudah mengetahui apa itu batu empedu, berikut ini adalah pengertian batu ginjal.

Apa Itu Batu Ginjal?

Nefrolitiasis atau penyakit batu ginjal adalah kondisi ketika di dalam ginjal terbentuk material keras menyerupai batu. Ukuran batu ginjal memang kecil, namun bisa bertambah besar dari hari ke hari.

Menurut laporan penelitian yang dimuat dalam Asian Journal of Urology pada tahun 2008, batu ginjal merupakan salah satu penyakit Urologi yang banyak dijumpai di wilayah Asia, termasuk di Indonesia.

Adapun tanda-tanda batu ginjal seperti, rasa sakit seperti tertusuk di punggung dan juga di pinggang, hingga rasa sakit yang timbul saat buang air kecil. Anda juga mungkin akan mengalami urine berwarna merah muda hingga coklat dan berbau tidak sedap.

Perlu digaris bawahi dan diingat, lantaran batu ginjal terjadi akibat kelainan metabolisme, sehingga kemungkinan besar penyakit batu ginjal ini bisa menjadi penyakit turunan.

Begini Cara Menghancurkan Batu Ginjal

Perbedaan Batu Empedu dan Batu Ginjal

Setelah Anda memahami kedua definisi dari penyakit dalam tersebut, berikut ini beberapa perbedaan signifikan antara batu empedu dan penyakit batu ginjal yang bisa Anda pahami dengan mudah, yaitu:

  • Batu empedu lebih umum daripada batu ginjal.
  • Batu empedu timbul dengan nyeri perut bagian kanan atas, sementara batu ginjal timbul dengan nyeri pinggang.
  • Penyakit batu ginjal mempengaruhi populasi yang lebih mudah, sementara batu empedu terjadi pada orang diatas 40 tahun.
  • Sebagian besar penyakit batu ginjal terdiri dari garam kalsium, sedangkan batu empedu tidak.
  • Penampakannya berbeda menurut lokasi, jika batu ginjal di saluran kemih, maka batu empedu hadir dengan gambaran umum yang serupa.
  • Keduanya dapat ditangani secara konservatif atau agresif sesuai dengan kondisi klinis penderitanya.

Mana yang Lebih Berbahaya Bagi Tubuh?

Sudah jelas bahwa kedua penyakit batu empedu dan batu ginjal sama-sama berbahaya, terlebih jika tidak segera diobati. Dua kondisi tersebut juga akan bisa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari akibat rasa sakit yang diberikan.

Lalu, bagaimana cara mengobati batu ginjal dan penyakit batu empedu? Untuk mengobati batu ginjal, apabila batu yang ditemukan masih kecil, penderita disarankan untuk minum lebih banyak air putih dan lebih sering melakukan aktivitas fisik setiap harinya.

Tetapi, jika ukuran batu sudah membesar atau sudah timbul gejala infeksi, maka pengobatan yang harus dilakukan adalah dilakukan dengan Percutaneous Nephrolithotomy (PCNL), dan Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL).

Sedangkan untuk pengobatan batu empedu yang sudah menimbulkan komplikasi, dokter biasanya akan memilih tindakan operatif. Seperti Kolesistektomi Laparoskopi, ESWL, dan Endoscopic Retrograde Cholangiopancreatography (ERCP).

Tahukah Kamu Tanda Ginjal Kamu Sehat

Apakah Penderita Batu Empedu bisa Menjadi Batu Ginjal?

Seperti yang sudah dijelaskan, Batu empedu dan batu ginjal adalah dua hal yang berbeda. Kantung empedu tidak mempunyai saluran yang langsung menuju ke saluran kemih atau ke ginjal, sehingga tidak akan bisa batu dari empedu berpindah ke ginjal.

Namun batu empedu dapat terjadi bersamaan dengan batu ginjal, bila seseorang memiliki faktor risiko kedua penyakit tersebut. Faktor risiko menderita batu empedu ialah wanita, usia diatas 40 tahun, suka makanan berlemak, dan riwayat keluarga menderita batu empedu.

Sedangkan faktor risiko menderita batu ginjal yaitu dehidrasi (kebiasaan jarang minum air putih atau hal lain yang membuat kehilangan cairan), gangguan hormon paratiroid, suka makan makanan tinggi purin dan riwayat keluarga pernah mengalami batu ginjal.

Faktor risiko ini tidak semuanya ditemukan pada setiap penderita batu empedu dan penderita batu ginjal, karena bisa saja hanya ditemukan beberapa faktor risiko saja.

Pencegahan yang Bisa Dilakukan

Bagaimana bentuk pencegahan yang bisa dilakukan agar terhindar dari penyakit batu empedu dan batu ginjal? Pencegahan untuk batu ginjal adalah menjaga tubuh tetap terpenuhi kebutuhan airnya dan hindari makan makanan yang mengandung oksalat tinggi.

Sedangkan pencegahan batu empedu bisa Anda lakukan dengan makan makanan sehat yang kaya akan serat, seperti buah dan sayur. Hindari pula makanan yang terdapat lemak dan kadar kolesterol yang tinggi.

Jika gejala batu empedu tidak begitu parah dan kristal yang terbentuk di dalam empedu belum begitu besar, mengonsumsi obat-obatan bisa membantu, salah satunya adalah obat asam empedu.

Tidak hanya itu, Anda juga harus menjaga berat badan dengan cara melakukan diet secara sehat, sehingga Anda pun akan bisa terhindar dari risiko terjadinya penyakit batu empedu.

Penutup

Pastinya sekarang Anda sudah tahu bedanya batu empedu dan batu ginjal yang telah kami sampaikan diatas. Jika dirasa Anda mengalami gejala dari kedua penyakit tersebut, alangkah baiknya untuk segera memeriksakan diri ke dokter.