Membahas Tentang Apa Itu Jantung Koroner dan Cara Mencegahnya

Apa itu jantung koroner? Merupakan salah satu pertanyaan yang masih kerap dipertanyakan bagi sebagian orang. Seperti kita tahu, bahwa penyakit ini sering menjadi salah satu penyebab kematian seseorang.

Bahkan jantung koroner menjadi salah satu penyakit penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Apalagi bagi masyarakat produktif yang tinggalnya di area perkotaan. Penyakit ini terjadi bukanlah tanpa alasan, tentu ada penyebab pemicunya.

Selengkapnya mengenai jantung koroner, penyebab, gejala dan metode pengobatan akan dibahas pada uraian berikut. Bukan hanya itu, akan dibahas juga mengenai beberapa cara mencegah yang bisa dilakukan.

Membahas Secara Singkat Tentang Apa Itu Jantung Koroner

Jadi, apa itu penyakit jantung koroner? Suatu keadaan di mana arteri koroner mengalami penyumbatan oleh timbunan lemak. Penting dipahami bahwa penumpukan lemak pada arteri koroner, membuatnya menyempit serta menebal, sehingga mengalami penyumbatan.

Bila dibiarkan tanpa penangan, penyakit ini bisa mengakibatkan gagal jantung. Penyakit satu ini juga dikenal dengan istilah lain, seperti penyakit jantung iskemik, atherosklerosis atau arteri koroner.

Arteri koroner merupakan bagian pembuluh darah yang bertugas mengalirkan darah kaya oksigen menuju jantung. Jenis arteri ini bercabang dari pembuluh darah besar atau aorta. Terdapat dua jenis arteri koroner, meliputi kanan serta kiri utama.

Bagian kanan memiliki tugas mengalirkan darah menuju serambi kanan serta bilik kanan. Sedangkan bagian kiri utama memiliki fungsi mengalirkan darah menuju serambi kiri serta bilik kiri.

Beberapa Penyebab Penyakit Jantung Koroner dan Gejalanya

Setelah mengetahui apa itu jantung koroner, pahami beberapa penyebab serta gejalanya. Salah satu penyebab atau faktor yang membuat risiko terkena penyakit ini meningkat adalah gaya hidup.

Organ tubuh manusia satu ini memerlukan nutrisi yang cukup supaya dapat bekerja dengan optimal. Nutrisi bisa diperoleh bisa Anda sering mengonsumsi sayur dan buah. Bila gaya hidup yang dilakukan terbiasa mengonsumsi makanan cepat saji, berbagai penyakit bisa muncul.

Hal ini diakibatkan oleh kolesterol dan tekanan darah mengalami peningkatan karena kandungan natrium yang tinggi pada makananan asin cepat saja. Jadi, tubuh menjadi kekurangan vitamin serta mineral.

Beberapa faktor pemicu lainnya yaitu mengalami kecanduan terhadap rokok, hipertensi atau tekanan darah tinggi, diabetes, stress, obesitas serta adanya riwayat dalam keluarga. Sedangkan untuk gejalanya, berupa keringat dingin, mudah lelah, muntah dan mual.

Gejala lain apa itu jantung koroner, meliputi terasa nyeri atau tidak nyaman pada area dada yang menjalar menuju leher, bahu, rahang, punggung, tangan sisi kiri serta perut bagian kiri. Sakit pada perut bagian kiri ini sering dianggap sebagai penyakit maag.

Irama jantung tidak beraturan atau tidak stabil (aritmia). Dampak paling parahnya bila tidak segera ditangani dapat mengakibatkan terjadinya henti jantung atau sudden cardiac arrest, bahkan kematian.

Kamu Perlu Tahu: Patofisiologi Penyakit Jantung Koroner

Beragam Metode Pengobatan Penyakit Jantung Koroner

Setiap penyakit yang berhubungan dengan organ tubuh vital manusia memiliki metode pengobatannya masing-masing, termasuk juga jantung koroner. Ada beragam metode pengobatan untuk mengatasi penyakit ini yang bisa dilakukan, di antaranya:

1. Obat Penurun Kolesterol

Metode pertama yaitu dengan mengonsumsi jenis obat penurun kolesterol, seperti niasin, fibrat serta statin. Produk obat ini bisa membantu mengurangi kadar kolesterol dalam darah, sehingga jumlah lemak menempel pada bagian pembuluh bisa berkurang.

2. Beta Blockers

Obat berikutnya adalah beta blockers sebagai penurun tekanan darah serta mencegah risiko terjadinya infark miokard atau serangan jantung. Beberapa contoh obat ini yang bisa dikonsumsi secara oral yaitu nebivolol, acebutolol, metoprolol, atenolol dan lainnya.

3. Aspirin

Obat berikutnya yang dikonsumsi untuk mengatasi apa itu jantung koroner adalah aspirin. Obat aspirin atau pengencer darah lain akan membantu melarutkan darah tersumbat, mencegah risiko stroke serta infark miokard.

Tapi, pada kondisi tubuh tertentu, aspirin bukanlah opsi yang tepat. Alangkah baiknya, bila sebelum mengonsumsi obat satu ini, Anda berkonsultasi kepada dokter terlebih dahulu.

4. Nitrogliserin

Obat nitrogliserin bisa dikonsumsi untuk mencegah serta meredakan angina pektoris atau nyeri dada pada penderita jantung koroner. Selain itu, juga bisa dipakai untuk mengobati serangan serta gagal jantung.

5. Operasi

Metode pengobatan terakhir adalah menjalani operasi. Caranya yaitu dengan memasang stent, fungsinya melebarkan arteri koroner yang mengalami penyempitan. Bisa juga dengan melakukan bedah koroner, seperti operasi bypass jantung.

Metode bypass paling umum dilakukan bagi penderita penyakit satu ini. Prosedurnya bertujuan mengalihkan fungsi arteri koroner yang mengalami kerusakan, dengan memakai cangkokan pembuluh darah baru dari organ tubuh lain.

Baca Juga: Obat Herbal Jantung Koroner

Tips yang Bisa Dilakukan untuk Mencegah Penyakit Jantung Koroner

Supaya terhindar dari penyakit satu ini, sebaiknya lakukan upaya pencegahan. Ada beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk mencegah apa itu jantung koroner, di antaranya:

1. Memiliki Pola Makan Sehat

Miliki pola makan yang sehat, bukan hanya memperhatikan kandungan nutrisi dari makanan tersebut, tapi juga cara pengolahannya. Konsumsi makanan yang diolah dengan cara direbus, ditumis serta dikukus.

Hindari pengolahan makanan dengan cara digoreng di dalam banyak minyak. Bila memang harus mengolahnya dengan cara digoreng, sebaiknya pakai minyak zaitun yang mempunyai kandungan lemak rendah.

Jangan biasakan makan makanan yang mengandung lemak dan kolesterol tinggi. Menjaga pola makan yang baik juga akan terhindari dari obesitas atau kegemukan.

Risiko lebih tinggi terkena penyakit ini bagi seseorang dengan lingkar pinggang lebih dari 80 cm. Selain itu, obesitas juga meningkatkan risiko terkena penyakit lain, seperti diabetes serta tekanan darah tinggi.

2. Menghindari Stress

Tips berikutnya, hindari stress berlebihan. Ketika mengalami stress, untuk mengatasinya, otak akan memerintahkan tubuh mengeluarkan hormon bernama kortisol. Tapi, bila produksi hormon ini berlebihan bisa mengakibatkan pembuluh darah menjadi kaku.

Selain kortisol, ada juga hormon lain bernama norepinephrine yang diproduksi oleh tubuh dalam upaya mengatasi stress. Bila produksinya dilakukan secara berlebihan, bisa meningkatkan tekanan darah.

3. Berhenti Merokok

Tips mencegah apa itu jantung koroner lainnya yaitu dengan berhenti merokok. Siapa yang tidak tahu bahwa rokok tidak baik untuk kesehatan jantung. Jadi, supaya organ tubuh ini senantiasa sehat, hentikan kebiasaan merokok sesegera mungkin.

4. Cegah Hipertensi

Sebelumnya sudah disebutkan bahwa salah satu penyebab terjadinya penyakit jantung adalah karena tekanan darah tinggi atau hipertensi. Tekanan darah berlebihan bisa menimbulkan luka pada dinding arteri.

Akibatnya, ada kemungkinan kolesterol LDL masuk arteri, hingga akhirnya timbunan plak meningkat. Untuk itulah cegah hipertensi ini salah satunya dengan cara menghindari mengonsumsi makanan yang dapat memicunya.

5. Olahraga Secara Teratur

Lakukan olahraga, terutama yang mampu memperkuat kinerja otot jantung serta melancarkan peredaran darah menuju seluruh tubuh secara teratur. Beberapa contoh olahraga dimaksud yaitu renang, bersepeda, jogging, kardio dan jalan kaki.

6. Mengonsumsi Antioksidan

Tips terakhir, konsumsi antioksidan untuk menghilangkan radikal bebas yang masuk dalam tubuh. Kandungkan ini bisa didapatkan dari berbagai jenis buah maupun sayuran. Beberapa sumber radikal bebas yaitu dari asap kendaraan, polusi udara dan asap rokok.

Mengingat penyakit ini sangat berbahaya, alangkah baiknya bila dicegah. Tapi, bila sudah terlanjur mengalami, segera atasi melalui metode terbaik sesuai anjuran dokter. Jangan menganggap sepele apa itu jantung koroner, karena bisa berpotensi menyebabkan kematian.