Anatomi dan Fisiologi Telinga sebagai Panca Indera

Telinga ialah alat yang digunakan untuk menerima gelombang suara maupun gelombang udara. Melalui telinga ini gelombang suara dapat diteruskan lewat saraf pendengaran. Sebagai organ yang cukup penting dalam panca indera, maka Anda pun perlu tahu anatomi dan fisiologi telinga.

Telinga sendiri adalah organ pendengaran maupun organ keseimbangan. Dalam hal ini, telinga memiliki fungsi mengubah suara agar dapat diinterpretasikan sesuai gelombang bunyi yang didapatkan. Untuk itu, yuk simak bahasan terkait anatomi telinga dan fisiologi telinga!

Apa itu Panca Indera ?

Sebelum membahas anatomi dan fisiologi dari telinga sebagai panca indera, akan lebih baik jika membahas lebih dulu mengenai apa itu panca indra. Jadi, panca indera sendiri adalah suatu alat yang digunakan untuk merespon rangsangan.

Panca indera ini memiliki fungsi dalam mempermudah tubuh manusia agar bisa memberikan respon yang sesuai dengan insting ataupun keinginan. Dengan demikian, panca indera ini berfungsi dalam menghubungkan otak dengan anggota tubuh yang lain.

Anggota tubuh manusia ini pun kemudian bisa memberikan tanggapan atau respon sesuai perintah dari otak. Dalam hal ini, telinga termasuk alat indera yang berfungsi sebagai pendengaran juga sebagai keseimbangan. Telinga bisa menganalisis gelombang bunyi yang diolah menjadi suara.

Selanjutnya, langsung saja kita simak bahasan anatomi fisiologi telinga di bawah ini.

Anatomi Telinga

Untuk mengetahui fisiologi telinga, maka Anda harus memahami lebih dulu terkait anatomi organ telinga. Organ telinga sendiri terbagi dalam beberapa bagian atau part utama yakni telinga luar, telinga tengah, dan telinga bagian dalam.

Penasaran dengan bagaimana anatomi dari telinga? Ini dia penjelasan selengkapnya!

1. Telinga luar (outer ear)

Telinga luar terbagi dalam beberapa bagian yakni daun telinga atau aurikula kemudian liang telinga luar (meatus akustikus eksternus), juga membrane timpani bagian luar. Auricula ini dibentuk tulang rawan yang fungsinya untuk menenangkan suara dan melokalisasi suara.

Sementara ini, membrane timpani berupa lengkungan memiliki fungsi dalam mencegah benda asing masuk dan mencapai pada gendang telinga.

2. Telinga tengah (middle ear)

Pada telinga tengah terdiri dari bagian ruang telinga tengah atau cavum timpani, saluran eustachius, dan processus mastoideus. Fungsi dari telinga bagian tengah adalah untuk mengumpulkan suara yang terdapat di auricular menuju telinga dalam.

Pada telinga tengah terdapat  3 ossicles yakni malleus, incus, dan stapes. Setelah itu, terdapat cavum timpani yang memuat saraf auriculotemporal, saraf intermedius, dan saraf vagus. Saluran eustachius di telinga tengah berfungsi menyamakan tekanan pada telinga tengah.

3. Telinga dalam (inner ear)

Pada telinga dalam terbagi menjadi alat pendengaran yakni organon auditus yakni koklea dan alat keseimbangan yakni organon status. Alat keseimbangan ini mencangkup utrikulus, sakulus, dan 3 kanalis semisirkularis. Pada telinga dalam juga terdapat vestibular.

Koklea sendiri ialah telinga yang bentuknya mirip dengan cangkang siput dan berfungsi dalam proses pendengaran. Koklea bisa mengubah getaran suara menjadi sinyal kemudian disalurkan pada otak melalui perantara saraf koklea.

Saluran semisirkular tersusun dari tiga saluran kecil yang saling terhubung. Fungsinya yakni dalam mengatur keseimbanga. Sementara itu, vestibular sendiri merupakan saluran penghubung saluran semisirkular dengan koklea dan fungsinya juga dalam menjaga keseimbangan.

Cara Mengatasi Sakit Telinga Bagian Kanan

Fisiologi Pendengaran

Selanjutnya, akan dibahas juga mengenai fisiologi pendengaran dan keseimbangan. Fisiologi sendiri merupakan suatu cabang ilmu dimana membahas mengenai mekanisme dari suatu proses dalam kehidupan seperti pada sistem kerja tubuh. Dalam hal ini yang dimaksud yaitu telinga.

Pendengaran sendiri adalah suatu persepsi energi suara yang dilakukan oleh saraf. Adapun pendengaran telinga ini melibatkan dua aspek yakni identifikasi yang berkaitan dengan suara apa yang didengar juga lokalisasi yang berkaitan dengan dimana suara terdengar.

Dengan demikian, fisiologi telinga yakni suatu mekanisme yang dapat menggerakan suatu proses mendengar oleh organ telinga hingga menuju otak. Proses mendengar ini merupakan proses menganalisis getaran dari lingkungan sekitar yang ditangkap kemudian diartikan sebagai suara.

Dalam hal ini, fisiologi pendengaran yakni telinga sebagai alat pendengar diawali dengan energi bunyi yang ditangkap melalui daun telinga berbentuk gelombang. Yuk simak lebih lanjut fisiologi telinga!

Gelombang suara ini kemudian akan dialirkan melalui udara maupun tulang menuju ke koklea. Adanya getaran tersebut akan menggetarkan membran timpani yang diteruskan pada telinga tengah lewat rangkaian tulang pendengaran agar bisa mengimplikasi getaran.

Energi getar yang sudah diamplifikasi ini kemudian akan diteruskan menuju stapes dimana bisa menggerakkan tingkap lonjong. Alhasil perlimfa pada vestibula dapat bergerak. Getaran pun kemudian akan diteruskan pada membrane reissner yang menimbulkan gerak relatif membrane basilaris dan tektoria.

Adapun proses ini ialah rangsang mekanik dimana bisa menjadi sebab adanya defleksi stereosilia sel rambut. Kanal ion pun terbuka dan terjadi suatu pelepasan ion yang memiliki muatan listrik dari badan sel. Keadaan ini bisa menimbulkan depolarisasi sel rambut.

Terjadilah pelepasan neurotransmitter pada sinapsis yang menimbulkan potensial aksi di saraf auditorius, kemudian dilanjutkan menuju nucleus auditorius hingga ke korteks pendengaran pada lobus temporalis.

Masih bingung dengan penjelasan di atas? Baik, akan dijelaskan kembali proses mendengar atau fisiologi telinga secara sederhana ya!

Jadi, proses mendengar pada organ telinga dimulai dari telinga luar yang dapat menangkap suara yakni gelombang ataupun getaran di sekitar Anda. Selanjutnya, suara yang ditangkap tersebut akan diturunkan menuju liang telinga. Suara ini memberikan tekanan atau pukulan menuju membrane timpani.

Ketika gendang telinga atau membran timpani tersebut bergetar, maka getaran kemudian akan dilanjutkan menuju tulang ossicles dan terus diperkuat agar dapat dikirimkan menuju telinga bagian dalam.

Ketika getaran yang kuat tersebut telah mencapai telinga bagian dalam, maka getaran tersebut selanjutnya diubah sebagai impuls listrik dan akan diubah menuju saraf pendengaran yang ada di otak. Otak pun dengan sigap menerjemahkan impuls yang diperoleh sebagai suatu suara.

Nah, itulah penjelasan mengenai fisiologi telinga. Sudah paham bukan bagaimana mekanisme telinga dalam menerima rangsangan suara?

Fungsi dari Telinga

Telinga merupakan alat indera yang memiliki dua fungsi utama yakni sebagai pendengar bunyi dan keseimbangan. Berikut merupakan fungsi dari telinga beserta penjelasan selengkapnya!

1. Mendengarkan Bunyi

Fungsi utama dari telinga yakni untuk mendengarkan suara dan mengenali bunyi-bunyian. Adapun bunyi yang bisa dan mampu didengar oleh manusia yakni 20 Hz hingga 20.000 Hz. Apabila manusia mendapatkan bunyi lebih dari 20.000 Hz maka gendang telinga bisa pecah.

2. Keseimbangan

Telinga juga mempunyai fungsi keseimbangan. Adapun fungsi keseimbangan ini adalah informasi yang diperoleh oleh telinga dapat tersampaikan ke otak secara seimbang. Berkat fungsi keseimbangan ini, perubahan kecepatan bunyi ini bisa teratasi dengan baik.

Dengan demikian, telinga ini bisa membuat Anda berjalan, berlari, dan melompat tanpa terjatuh karena berperan dalam menjaga keseimbangan.

Tahukah Kamu: Fungsi Lain Telinga Selain Untuk Indra Pendengar

Penutup

Demikianlah, pembahasan mengenai anatomi dan fisiologi telinga. Semoga bahasan terkait fisiologi telinga yang telah dipaparkan sebelumnya bisa bermanfaat bagi Anda. Sampai jumpa pada artikel selanjutnya!