Begini Ternyata Cara Pakai Alat Bantu Asma Inhaler!

Penderita sesak napas memerlukan alat bantu asma untuk membantunya bernapas. Meskipun bukan termasuk penyakit kronis mematikan namun kondisi Anda bisa mengkhawatirkan. Banyak orang tewas karena terlambat mendapatkan pertolongan.

Di rumah sakit ada tabung oksigen berkapasitas besar namun Anda tidak mungkin selalu mengandalkannya. Diperlukan alat bantu napas agar dapat dibawa kemanapun bagi penderita asma.

Ukuran tabungnya kecil dan hanya dipakai saat krusial saja. Bagi penderita, alat tersebut harus dimasukkan dalam saku atau tas. Hal ini dikarenakan kambuhnya asma tidak dapat diprediksi.

Anda bisa kambuh kapan saja karena dipicu oleh beragam faktor. Misalnya, aktivitas fisik berlebihan sehingga mempercepat laju pernapasan. Kemudian kondisi ruangan pengap, panas, dingin, hingga berdebu.

Pengertian Umum dan Cara Kerja Inhaler

Keberadaan inhaler sebagai alat bantu asma sangatlah membantu. Bahkan nyawa penderita terselamatkan karena membuat sistem pernapasan menjadi lebih lega. Bagi pengguna pemula, ada banyak hal perlu dipelajari.

Saat dokter meresepkan inhaler, sebaiknya jangan langsung asal semprot. Ada dua bagian penting yaitu obat berbentuk tabung kecil dan badan penyemprot. Pada ujung terdapat corong hirup untuk menyalurkan obat.

Cara kerja alat tersebut cukup sederhana untuk mengalirkan udara ke paru-paru secara sempurna. Ketika kanister ditekan, ada zat dalam tabung yang mengalir masuk ke hidung.

Lendir pada dinding hidung serta trakea menjadi encer. Kemudian fungsi lainnya yaitu mematikan kuman, virus dan bakteri supaya tidak menghambat aliran oksigen. Selanjutnya zat akan masuk ke bronki hingga paru-paru.

Ada Beberapa Jenis Inhaler Asma

Ternyata alat bantu asma memiliki banyak jenis. Jadi Anda harus memilih tipe paling tepat sesuai kebutuhan. Bentuk yang sering digunakan bernama metered dosage atau inhaler dosis terukur.

Propelan merupakan kandungan kimia yang berfungsi mendorong obat keluar menuju corong. Bentuknya letter L sehingga mudah ketika digunakan bahkan digenggam. Namun ada dosis obat yang diberikan dokter secara khusus.

Jenis kedua adalah breath-activated inhaler atau dry powder. Alat ini memakai obat serbuk kering namun Anda hanya menghirupnya sekali. Ini ditujukan bagi penderita sesak napas yang jarang kambuh.

Tahukah Kamu: Siapa yang Berisiko Besar Terkena Asma?

Selanjutnya ada alat bantu asma yang dibedakan berdasarkan obat. Ada obat Reliever untuk gejala asma ringan. Kandungan di dalamnya albuterol atau ventolin berkemasan warna biru.

Ada pula Preventer dengan kemasan tabung berwarna jingga, merah atau cokelat. Biasanya penderita hanya menggunakan inhaler tersebut untuk pencegahan saja seperti mengendalikan dan mengurangi gejala.

Ada kortikosteroid sebagai anti peradangan pada saluran pernapasan. Efek melegakannya tidak instan karena proses masuknya obat ke paru-paru membutuhkan waktu. Jadi kita harus sabar sambil mengatur napas secara stabil.

Cara Menggunakan Inhaler Alat Bantu Asma

Anda sebaiknya belajar cara memakai inhaler sebagai alat bantu untuk asma. Jika menyemprot sembarangan akan membuatnya terbuang percuma. Ikuti urutan cara berikut bagi pemula yang belum pernah menggunakan sama sekali.

  • Biasakan membaca dosis di kemasan botol obat. Masukkan tabung ke dalam alat supaya alirannya dapat langsung masuk ke sistem pernapasan. Lalu duduk tegak dalam posisi nyaman
  • Kocok terlebih dahulu agar cairannya tidak mengendap dan tercampur rata. Lalu dekatkan corong ke mulut. Tekan sambil menarik napas panjang kemudian tahan selama 10 detik.
  • Hindari proses bernapas yang terlalu cepat. Perlahan saja sambil merasakan aliran udara masuk sampai dada lega kembali. Berikan jeda per isapan selama satu menit.
  • Jika Anda kesulitan memakai alat tersebut maka manfaatkan spacer. Ada sistem mouthpiece yang didekatkan ke mulut serta hidung.
  • Selesai digunakan segera bersihkan inhaler sekaligus mouthpiece. Caranya dengan melepas tabung obat terlebih dahulu. Bagian mouthpiece dibilas menggunakan air hangat lalu dikeringkan. Lap area corong dan angin-anginkan sampai kering.
  • Jika Anda merasakan tenggorokan serak, mulut kering, hidung tersumbat atau nyeri dada segeralah datang ke dokter. Konsultasikan masalah tersebut setelah memakai obat hirup asma.

Wajar jika pemula mengalami kesulitan di awal pemakaian. Bahkan beberapa orang mengalami efek tertentu. Anda tidak perlu takut karena alat bantu asma inhaler memang direkomendasikan sebagai obat oleh dokter.